Breaking

Musim Pancaroba di Kudus, Puskesmas Jepang Catat 100-200 Pasien per Hari Didominasi ISPA dan Gangguan Pencernaan

TR
Rabu, 05 Agustus 2026
Musim Pancaroba di Kudus, Puskesmas Jepang Catat 100-200 Pasien per Hari Didominasi ISPA dan Gangguan Pencernaan
Puskesmas Jepang di Kudus mencatat kunjungan pasien 100-200 orang per hari selama musim pancaroba, didominasi ISPA dan gangguan pencernaan.

KUDUS — Memasuki puncak musim pancaroba, Puskesmas Jepang mencatat rata-rata kunjungan pasien rawat jalan mencapai 100 hingga 200 orang per hari. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, dengan kasus ISPA dan dispepsia mendominasi ruang perawatan.

Kepala Puskesmas Jepang, dr. Dony Wicaksana, mengungkapkan bahwa perubahan cuaca ekstrem—panas terik di siang hari dan dingin menusuk di malam hari—menjadi pemicu utama turunnya daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi ini membuat virus mudah menyerang, terutama bagi mereka yang kurang menjaga pola istirahat dan asupan cairan.

Pola Hidup dan Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

Menurut dr. Dony, kebiasaan masyarakat yang kerap terlambat minum dan lebih memilih minuman dingin saat cuaca panas justru memperparah kondisi tubuh. "Kadang masyarakat terlambat minum dan kalau minum pun minumnya dingin. Karena kan musim panas, gejalanya kontra dengan tubuh, kaget lah. Itu menurunkan daya tahan," ujarnya kepada Joglo Jateng.

Ia menegaskan bahwa perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam membuat tubuh kaget dan gagal beradaptasi. Jika tidak diimbangi dengan istirahat cukup serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), masyarakat akan lebih rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh virus.

Lonjakan Pasien Rawat Inap dan Jenis Penyakit Dominan

Data puskesmas menunjukkan angka rawat inap juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata 80 hingga 90 pasien per bulan. Dari total kunjungan tersebut, kasus ISPA dengan demam tinggi selama dua hingga tiga hari menjadi keluhan paling banyak ditemui, diikuti oleh gangguan asam lambung dan diare.

Meski demikian, dr. Dony memastikan bahwa kasus penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes masih dalam kondisi stabil. Pasien dengan kedua penyakit tersebut rutin melakukan kontrol dan mengambil obat secara teratur di puskesmas.

Langkah Antisipasi: PHBS dan Kewaspadaan Dini

Pihak puskesmas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten. Beberapa langkah yang disarankan antara lain mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat berada di jalan atau keramaian, serta mengonsumsi makanan bergizi.

"Kami imbau masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun, gunakan masker saat di jalan atau keramaian, konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan tidur cukup," pesan dr. Dony.

Untuk pasien dengan kondisi yang tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, pihak puskesmas akan segera melakukan rujukan ke rumah sakit. Masyarakat diimbau tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala demam tinggi berkepanjangan atau gangguan pencernaan akut.

Sumber: joglojateng.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua