Breaking

Ikut Dobrak Pintu Klenteng Tay Kak Sie, Wali Kota Semarang Agustina Soroti Regenerasi Penerus Tradisi Cheng Ho

AL
Minggu, 16 Agustus 2026
Ikut Dobrak Pintu Klenteng Tay Kak Sie, Wali Kota Semarang Agustina Soroti Regenerasi Penerus Tradisi Cheng Ho
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ikut memanggul tandu dan mendobrak pintu utama Klenteng Tay Kak Sie dalam ritual Kirab Sam Poo Tay Djien ke-621 di Semarang, Sabtu (15/8/2026).

SEMARANG — Ribuan mata tertuju pada momen ketika Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar menyaksikan, ia ikut memanggul tandu atau Kio Sam Poo Tay Djien bersama peserta kirab, lalu berlari mendobrak pintu utama Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie di Gang Lombok, Sabtu (15/8/2026).

Aksi tersebut merupakan rangkaian ritual penyambutan yang sarat makna. Dalam tradisi yang telah berusia berabad-abad ini, mendobrak pintu dimaknai sebagai bentuk penghormatan, permohonan izin (kulon nuwun), sekaligus penjemputan berkah spiritual bagi seluruh masyarakat.

Stamina Peserta Jadi Bukti Energi Positif

Agustina mengaku takjub dengan semangat ribuan peserta yang bertahan sejak prosesi dimulai dari Klenteng Sam Poo Kong hingga kembali ke Tay Kak Sie. Menurutnya, aktivitas yang berlangsung hampir seharian itu justru memperlihatkan kegembiraan kolektif, bukan kelelahan.

“Setelah tadi pagi di Sam Poo Kong dan sekarang kembali ke sini, stamina para peserta arak-arakan masih sangat kuat, bahagia dan gembira. Kira-kira masih siap kalau mau arak-arakan ke mana lagi,” ujarnya di Klenteng Tay Kak Sie.

Baginya, semangat itu membuktikan bahwa kirab bukanlah sekadar seremoni tahunan. “Itu membuktikan bahwa arak-arakan ini sebagai upacara untuk mengumpulkan energi bahagia,” kata Agustina.

10–15 Tahun Lagi, Siapa Penerus Tradisi?

Di balik kemeriahan festival, Agustina menyimpan satu catatan penting: keberlanjutan. Ia menilai regenerasi menjadi kunci agar tradisi peninggalan Laksamana Cheng Ho ini tidak putus di tengah arus zaman.

“Saya yakin kira-kira 10-15 tahun mendatang akan meneruskan tradisi ini menjadi lebih baik, lebih meriah, lebih banyak orang,” tuturnya.

Apresiasi khusus disampaikannya kepada keluarga besar Klenteng Tay Kak Sie, Sam Poo Kong, panitia, seniman, relawan, hingga anak-anak muda yang terlibat. Mereka dinilai sebagai garda terdepan dalam memastikan ritual ini terus diwariskan lintas generasi.

Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Posisi Festival Arak-arakan Cheng Ho kini semakin strategis bagi Kota Semarang. Selain telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, hajatan ini resmi masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pengakuan tersebut diyakini mendongkrak daya tarik wisatawan. Agustina menyebut tamu dari berbagai daerah hingga perwakilan Konsulat Jenderal China hadir dalam rangkaian kegiatan tahun ini.

“Ini adalah tradisi yang menguatkan kita di Kota Semarang, juga memberikan hiburan dan memberikan keindahan bagi masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.

Ritual Usai, Tradisi Tetap Jalan

Menutup rangkaian festival, Agustina menegaskan bahwa berakhirnya acara tidak berarti berakhirnya nilai yang terkandung di dalamnya. Ia berharap Kirab Sam Poo Tay Djien ke-621 membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh warga.

“Saya nyatakan rangkaian festival ini ditutup, tradisinya kita lanjutkan, nilainya kita wariskan, dan kebersamaan kita dan kerukunan kita jaga,” tegasnya.

Sumber: beritajateng.tv

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua