Breaking

Harga Alat Berat Angkut Naik Imbas Pasokan Truk Bekas Mengetat

RE
Rabu, 26 Agustus 2026
Harga Alat Berat Angkut Naik Imbas Pasokan Truk Bekas Mengetat
Kelangkaan pasokan truk bekas mendorong kenaikan harga alat berat angkut di pasar domestik dan global.

NAVIGASI.CO.ID — Kelangkaan unit truk bekas kini menjadi berkah bagi pemilik armada. Chris Backeberg, President Daimler Trucks Remarketing, mengungkapkan data Sandhills menunjukkan inventaris truk sleeper saat ini lebih ketat dibandingkan periode puncak pandemi. Kondisi ini memungkinkan operator menjual unit lama dengan keuntungan bersih yang menarik.

"Pasokan truk sleeper kini berada di bawah level saat COVID. Ini kabar baik bagi operator dan perusahaan leasing yang membeli produk kami—mereka bisa melepas unit dan mendapat keuntungan dari penjualan," ujar Backeberg.

Pemicu Kelangkaan dan Proyeksi 18 Bulan ke Depan

Backeberg memperkirakan pasar truk bekas akan tetap ketat setidaknya selama 12 hingga 18 bulan ke depan. Dua faktor utama menjadi pemicu: operator mempertahankan truk lebih lama selama resesi angkutan barang berkepanjangan, dan industri yang gagal memproduksi berlebihan saat pemulihan pasca-COVID.

Kelangkaan mikroprosesor yang membatasi produksi truk baru pada 2021–2023 justru mencegah kelebihan pasokan yang biasa menghantam nilai jual truk bekas. Meski inventaris sempat terisi kembali pada 2023–2024, jumlahnya jauh di bawah level 2020 dan cepat terserap pasar. Sebelum pandemi, Daimler tercatat membawa puluhan ribu unit inventaris dengan harga di bawah US$10.000.

Permintaan Day Cab Menguat Seiring Aktivitas Pelabuhan

Harga truk day cab juga menunjukkan penguatan material. Daimler Trucks Remarketing memulai tahun dengan sekitar 800 unit day cab yang harus dijual, dan permintaan dilaporkan meningkat setiap bulan dalam empat bulan terakhir. Tren ini dipicu langsung oleh pertumbuhan volume intermoda dan aktivitas pelabuhan yang meningkat.

Komposisi pembeli pun berubah drastis dalam tiga dekade terakhir. Jika dulu 80 persen pembeli adalah pemilik-operator perorangan, kini setidaknya 60 persen merupakan armada kecil dengan kurang dari 50 truk. Kontraktor FedEx, perusahaan freight forwarding, dan operator pelabuhan menjadi pembeli utama saat ini.

Strategi Residual dan Titik Kritis Perawatan

Soal nilai residual, Backeberg mengakui penurunan harga pasca-COVID sempat memicu klaim, namun Daimler telah memperketat model perhitungannya. "Kami berusaha tidak berkomitmen berlebihan, dan kami punya model yang kuat untuk menentukan posisi kami," katanya. Dalam pasar yang kuat seperti sekarang, residual sering kali tidak diaktifkan; sebaliknya, operator cenderung mengeksekusinya saat pasar rata-rata atau di bawah rata-rata.

Titik infleksi biaya perawatan truk tua berada di kisaran usia 4 hingga 4,5 tahun. Backeberg menggambarkan reliabilitas truk sepanjang umurnya sebagai "kurva bathtub" yang menanjak tajam setelah ambang tersebut. Untuk menjawab kekhawatiran pembeli, program Select Trucks dari Daimler memeriksa dan mensertifikasi unit bekas, lalu memberikan garansi satu tahun. Perpanjangan garansi untuk sistem aftertreatment atau jangka waktu satu, dua, hingga tiga tahun juga tersedia, disesuaikan dengan siklus operasional pembeli.

Dampak ke Pemesanan Truk Baru

Aktivitas pemesanan truk baru mulai meningkat setelah lesu selama 18 bulan. Namun Backeberg mengingatkan bahwa penjualan baru yang kuat tidak otomatis menambah pasokan unit bekas dalam waktu dekat, terutama selama harga truk bekas masih tinggi. Selama nilai jual tetap kuat, operator dan dealer OEM dinilai tidak akan mempercepat tukar tambah dengan laju yang bisa melonggarkan pasar secara signifikan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua