Plt Bupati Pati Ajak Pelajar Manfaatkan AI untuk Inovasi Daerah, Sorot Potensi Bandeng hingga Garam

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan arahan kepada pelajar dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital di Kabupaten Pati, Kamis (6/8/2026).
Penulis: Herman
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:18:31 WIB

PATI — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menantang para pelajar SMA, SMK, dan MAN untuk mengubah kebiasaan konsumtif teknologi menjadi aksi produktif. Ia mendorong generasi muda menggunakan AI dan perkembangan digital untuk belajar, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang berdampak bagi daerah, bukan sekadar untuk hal yang tidak berguna.

“Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Manfaatkan AI dan perkembangan teknologi untuk belajar, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujar Chandra di hadapan peserta kegiatan, Kamis (6/8/2026).

Potensi Daerah yang Menunggu Inovasi Anak Muda

Chandra memaparkan, Kabupaten Pati memiliki modal ekonomi yang kuat untuk dikembangkan lebih jauh. Wilayah ini memiliki garis pantai sekitar 60 kilometer yang ditopang ribuan kapal perikanan, menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi.

Selain itu, produk unggulan seperti bandeng dan garam Pati dinilai memiliki daya saing tinggi. Namun, potensi tersebut menurutnya belum sepenuhnya optimal tanpa diimbangi solusi atas persoalan klasik yang masih membelit, seperti banjir saat musim hujan dan kekeringan ketika kemarau tiba.

Mengapa Peran Pelajar Krusial?

Pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Chandra menegaskan bahwa inovasi dari pelajar diharapkan mampu menjadi bagian dari penyelesaian masalah tersebut. “Kami Pemerintah Kabupaten Pati sangat terbuka menerima inovasi-inovasi dari adik-adik semua. Ayo kita bareng-bareng membangun Kabupaten Pati dengan kreasi nyata,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas lingkungan pergaulan turut menentukan arah perkembangan anak muda. Menurutnya, negara maju bisa berkembang karena memiliki generasi muda yang kreatif, inovatif, dan haus akan ilmu pengetahuan.

Dari Kegelisahan Menuju Aksi Nyata

Senada dengan itu, Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia, Pujiyono Suwadi, mendorong para siswa untuk meninggalkan sikap pesimistis. Kegelisahan terhadap berbagai persoalan bangsa, kata dia, harus diubah menjadi aksi nyata melalui karya, pendidikan, maupun kewirausahaan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendapat motivasi untuk menempuh pendidikan tinggi lewat berbagai peluang beasiswa. Bagi siswa yang memilih jalur wirausaha, mereka disarankan aktif membangun jejaring dengan pelaku usaha dan berani menjelajahi berbagai daerah untuk memperluas wawasan.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah menengah atas, kejuruan, dan madrasah aliyah negeri di lingkungan Kabupaten Pati.

Reporter: Herman