Semburan Lumpur Kembali Terjadi di Oro-Oro Kesongo Blora, Lima Kali Letupan dengan Ketinggian Capai 15 Meter
BLORA — Aktifitas semburan lumpur di kawasan wisata geologi Oro-Oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali terjadi pada Jumat (7/8) pagi. Berdasarkan data yang dihimpun, fenomena alam yang oleh warga setempat kerap disebut "kurdo" ini tercatat meletup sebanyak lima kali dengan intensitas sedang.
Kapolsek Jati, AKP Suyadi, mengatakan semburan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10-15 meter. Letupan berikutnya menyusul pada pukul 06.50 WIB dan 07.15 WIB, masing-masing berlangsung sekitar lima menit.
"Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan," kata Suyadi dalam pernyataannya di Blora, Sabtu (8/8).
Potensi Gas Beracun dan Pembatasan Akses Warga
Meski semburan kali ini dinilai berskala kecil dan tidak sebesar kejadian tahun-tahun sebelumnya, pihak kepolisian tetap memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik semburan.
Kekhawatiran utama petugas adalah munculnya gas beracun yang kerap menyertai letupan lumpur di kawasan tersebut. Suyadi mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi demi menghindari risiko kesehatan.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur," ujarnya.
Catatan Kejadian Serupa: Dari Korban Jiwa hingga Keracunan Massal
Semburan lumpur di Oro-Oro Kesongo bukanlah peristiwa yang baru kali ini terjadi. Kawasan ini memiliki riwayat panjang aktivitas geologi yang fluktuatif, dengan beberapa kejadian sempat menimbulkan dampak serius bagi warga dan hewan ternak.
Pada 27 Agustus 2020, semburan cukup besar terjadi dan mengakibatkan empat orang mengalami keracunan. Peristiwa itu juga dilaporkan menyebabkan 18 ekor kerbau hilang.
Memasuki 21 September 2021, kawasan yang sama kembali menyemburkan lumpur. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Sayangnya, pada 11 April 2023, fenomena serupa berujung fatal. Satu orang dilaporkan meninggal dunia diduga akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.
Kejadian paling mutakhir sebelum kali ini terjadi pada 3 Desember 2024. Saat itu, Kawah Kesongo mencatatkan 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur bervariasi antara 8 hingga 20 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Yang Perlu Dilakukan Warga Saat Semburan Terjadi
Menyikapi aktivitas yang masih berlangsung ini, warga di sekitar kawasan Oro-Oro Kesongo diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari perangkat desa dan kepolisian setempat. Menjauhi area yang telah diberi garis polisi adalah langkah utama yang harus dipatuhi.
Selain itu, warga yang memiliki hewan ternak di sekitar area semburan sebaiknya segera mengungsikannya ke tempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan gas. Jika merasakan gejala pusing atau sesak napas di sekitar lokasi, warga diminta segera menjauh dan melapor kepada petugas terdekat.