84 Kebakaran Terjadi di Jepara Sepanjang 2026, Damkar Gencar Edukasi Pelajar Lewat Program Go To School

Siswa SMP Negeri 3 Jepara mengikuti praktik memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dalam program Damkar Go To School, Selasa (25/8/2026).
Penulis: Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21:02 WIB

JEPARA — Ratusan siswa SMP Negeri 3 Jepara mendapat pelatihan langsung penanganan kebakaran di halaman sekolah, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang dikemas dalam program Damkar Go To School ini bukan sekadar teori, melainkan praktik memadamkan api menggunakan alat tradisional hingga alat pemadam api ringan (APAR).

Para siswa diajak berkeliling melihat langsung perlengkapan yang digunakan petugas damkar, termasuk alat pelindung diri (APD). Mereka juga berebut kesempatan mencoba menyemprotkan air dari selang pemadam ke titik api yang telah disiapkan.

Mengapa Edukasi Ini Menyasar Pelajar?

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, menegaskan bahwa edukasi kebakaran tidak bisa hanya diberikan kepada orang dewasa. Menurutnya, pengenalan sejak dini akan membentuk kesadaran yang lebih kuat di masyarakat.

"Kalau bisa kita sesering mungkin edukasi ke sekolah untuk mengetahui sedini mungkin pencegahan kebakaran," jelas Edy di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pihaknya tidak berhenti di sekolah. Perusahaan, pemerintah desa, hingga pelaku usaha juga menjadi sasaran sosialisasi. Tujuannya jelas: masyarakat tidak hanya tahu cara memadamkan api, tetapi paham langkah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi.

Program Dokar: Jemput Bola ke Semua Sekolah

Ke depan, Satpol PP dan Damkar Jepara berencana memperluas jangkauan edukasi melalui program bernama Dokar, singkatan dari Dolan Bareng Damkar. Konsepnya, petugas aktif mendatangi sekolah-sekolah yang belum sempat terjangkau.

"Kita berharap ke depan bisa jemput bola ke setiap sekolah untuk sering sosialisasi dengan program Dokar, Dolan Bareng Damkar," ujar Edy.

Langkah ini diambil mengingat tingginya potensi kebakaran di Kabupaten Jepara yang dikenal sebagai sentra industri mebel. Debu kayu dan bahan baku yang mudah terbakar menjadi ancaman serius, terutama saat musim kemarau.

Musim Kemarau: Waspadai Instalasi Listrik Rumah

Edy mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim kemarau yang melanda. Salah satu titik rawan yang kerap memicu kebakaran adalah instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.

"Selalu waspada, apalagi ini musim kemarau. Cek instalasi listrik," pesannya.

Catatan Satpol PP dan Damkar Jepara menunjukkan kebakaran sepanjang 2026 melanda berbagai jenis objek. Mulai dari rumah tinggal, tempat usaha, rumah produksi mebel, hingga kendaraan bermotor tidak luput dari amukan api.

Dengan adanya edukasi berkelanjutan ini, diharapkan masyarakat Jepara semakin tanggap dan mampu meminimalisir risiko kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

Reporter: Redaksi