TEGAL — Seminar yang digelar kolaborasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal itu dibuka Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono. Hadir pula narasumber nasional Eko Yuliarti Siroj bersama Anggota DPRD Kota Tegal Fraksi PKS Erni Ratnani.
Erni menyoroti kecenderungan pembangunan daerah yang terlalu berfokus pada fisik. Menurutnya, jalan mulus dan pusat ekonomi yang tumbuh pesat kehilangan makna bila orang tua tak punya waktu mengasuh anak atau lansia telantar.
Mengapa Keluarga Disebut Fondasi Pembangunan Kota
Dalam paparannya, Erni menempatkan keluarga sebagai unit paling fundamental dalam struktur masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbaikan masyarakat harus dimulai dari rumah, bukan sekadar dari luar.
"Keluarga adalah fondasi pembangunan. Di sinilah anak pertama kali belajar berbicara, mengenal agama, kejujuran, disiplin, hingga kasih sayang. Kalau kita ingin memperbaiki masyarakat, jangan hanya memperbaiki luarnya saja, tapi perbaiki keluarganya," tegas Erni di hadapan peserta.
Ia menambahkan, perspektif ketahanan keluarga wajib masuk ke setiap lini kebijakan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, tata ruang publik, hingga alokasi APBD.
Peran DPRD Lewat Fungsi Legislasi dan Pengawasan
DPRD Kota Tegal, kata Erni, siap mengawal agar program pemerintah benar-benar menyentuh kualitas hidup warga. Fungsi legislasi dan pengawasan akan dipakai untuk memastikan hal itu, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.
Narasumber Eko Yuliarti Siroj memaparkan hal senada. Ia menyebut pengarusutamaan keluarga sebagai strategi kebijakan yang sistematis, dengan tujuan agar keluarga berkualitas selalu menjadi prioritas utama di semua sektor pembangunan.
Sinergi Lintas Sektor dan Peringatan GOW Kota Tegal
Kepala DPPKBP2PA yang juga ex officio Ketua Puspaga Kota Tegal, dr. Rofiqoh, berharap seminar ini merajut sinergi lintas sektor. Ia didampingi Pengurus Puspaga Adistya Pratiwi dalam forum tersebut.
Ketua GOW Kota Tegal Debby Firoeza Indiany mengingatkan risiko yang lebih besar. Kegagalan menanamkan nilai moral di rumah tangga, ujarnya, berdampak langsung pada tatanan kehidupan berbangsa.
"Keluarga adalah unit terkecil yang paling strategis. Di sinilah dasar etika dan moral dibentuk. Jikalau kita gagal menanamkan nilai-nilai itu di dalam rumah, maka kita sedang bersiap melihat kerusakan di tengah masyarakat," pungkas Debby.
Seminar ini menjadi penanda bahwa perspektif keluarga mulai didorong masuk ke ruang kebijakan Kota Tegal, dari legislasi hingga penganggaran.