Breaking

Debit Bendungan Kalidoh Turun 25 Persen, PDAM Semarang Terapkan Air Bergilir 12 Jam di Semarang Selatan

RE
Kamis, 17 September 2026
Debit Bendungan Kalidoh Turun 25 Persen, PDAM Semarang Terapkan Air Bergilir 12 Jam di Semarang Selatan

SEMARANG — Kepala Bagian Produksi I PDAM Tirta Moedal, Agung Purwantoro, menyebut penurunan debit air baku dari Bendungan Kalidoh di Bergas, Kabupaten Semarang, sebagai penyebab utama perubahan pola distribusi. Dari kapasitas seharusnya 460 liter per detik, sumber itu kini hanya mengalirkan sekitar 317 liter per detik.

"Sumber airnya memang dari Bendungan Kalidoh Kabupaten Semarang yang seharusnya memiliki kapasitas 460 liter per detik. Turun 143 liter per detik atau sekitar 25 persen dibandingkan kondisi normal," jelas Agung di Kantor Pusat PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya, Rabu (16/9/2026).

Wilayah Mana Saja yang Terdampak Giliran Air?

Pembagian aliran sementara berlaku untuk sejumlah wilayah di Semarang Selatan. Wilayah 1 mencakup Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif, dengan aliran pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Wilayah 2 meliputi Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul, yang mendapat aliran pada pukul 19.00 hingga 07.00 WIB. "Pola ini merupakan bagian dari pengoptimalan sistem distribusi agar suplai air tidak berhenti secara bersamaan di seluruh wilayah," terang Agung.

Mengapa PDAM Pilih 12 Jam, Bukan Dua Hari Sekali?

PDAM sebelumnya menyiapkan skema distribusi dua hari sekali jika penurunan debit semakin parah. Namun, tim teknis menilai kondisi saat ini masih memungkinkan distribusi dilakukan setiap hari.

"Setelah dilakukan evaluasi dan pengoptimalan oleh tim teknik di lapangan, saat ini kami dapat menerapkan pola aliran selama 12 jam, sehingga pelanggan tetap memiliki kesempatan mendapatkan air setiap hari," jelas Agung.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan berarti PDAM menghentikan pelayanan. Pengaturan dilakukan untuk membagi debit air yang tersedia secara lebih terukur. "Langkah ini sebagai upaya optimalisasi distribusi agar debit yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan pelayanan pelanggan tetap berjalan," katanya.

Pantauan Sumber Air dan Imbauan ke Pelanggan

Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, menyatakan sumber air saat ini masih memiliki debit dan belum berada dalam kondisi kering. Meski begitu, penurunannya cukup signifikan sehingga membutuhkan pengaturan teknis.

PDAM terus menyesuaikan debit, tekanan, dan pola distribusi di jaringan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. "Kami juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sumber air, termasuk sumber yang terdampak pada aliran Bendungan Kalidoh dari sumber mata air di Kabupaten Semarang," kata Mayang.

Ia menegaskan sistem distribusi bergilir tersebut hanya bersifat sementara. Pola akan dievaluasi apabila debit sumber kembali meningkat dan kondisinya lebih stabil. "Prinsip kami adalah mengoptimalkan setiap debit air yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.

PDAM mengimbau pelanggan tidak menggunakan air secara berlebihan selama kemarau. Warga di wilayah terdampak disarankan memanfaatkan waktu ketika air mengalir untuk menampung air secukupnya. "Kami tetap mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan waktu ketika aliran tersedia untuk melakukan penampungan atau menandon air secukupnya," tegas Mayang.

Bantuan Tangki Air Disiapkan Sesuai Kebutuhan Lapangan

Selain mengatur distribusi, PDAM Tirta Moedal menyiapkan bantuan tangki air bagi pelanggan yang terdampak. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

"Memang kadang bantuan tangki air ini harus menunggu dulu beberapa waktu agar pasokan air bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat seluruhnya," pungkas Mayang.

Sumber: beritajateng.tv

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua