Komunitas Mamajong Semarang Berkembang dari 5 Jadi 500 Anggota, Mahjong Kini Jadi Aktivitas Nongkrong
SEMARANG — Komunitas Mamajong Semarang menjadi salah satu wadah bagi warga yang ingin bermain sekaligus mempelajari mahjong bersama. Komunitas ini baru terbentuk pada Mei 2026 dan berawal dari lima orang teman yang rutin bermain. Dalam beberapa bulan, jumlah anggotanya melonjak hingga sekitar 500 orang.
Pertemuan komunitas berlangsung di Sittu Coffee Semarang pada Jumat malam, 2 Oktober 2026. Suasana permainan diwarnai obrolan dan tawa, bukan sekadar adu strategi di atas meja. Pemandangan serupa semakin mudah dijumpai di sejumlah tempat di Kota Semarang.
Dari Lima Pemain Jadi Ratusan Anggota
Salah satu pendiri Mamajong Semarang, Fionna Lie, menuturkan bahwa pertumbuhan anggota terjadi secara alami. Rasa penasaran orang-orang di sekitar mereka mendorong komunitas ini berkembang lebih cepat dari perkiraan.
"Awalnya sih cuma berlima main bareng, tapi lama-lama makin banyak orang yang kepengin tahu, kepengin belajar. Akhirnya jadi berkembang jadi komunitas," kata Fionna Lie.
Anggota komunitas datang dengan latar usia dan pengalaman bermain yang beragam. Fionna Lie menyebut rentang usia anggota mulai dari anak berusia 6 tahun hingga 86 tahun. Pada pertemuan tertentu, pemain yang terlihat berkumpul didominasi mereka yang berusia sekitar 30 hingga 40 tahun.
Jadwal Pindah Lokasi agar Semua Wilayah Kebagian
Aktivitas komunitas tidak terpaku pada satu lokasi. Para anggota rutin berpindah tempat bermain untuk memberi kesempatan kepada pemain dari berbagai wilayah Semarang.
"Kalau rumahnya di (Semarang) bawah, ada yang di daerah atas. Jadi memang kita sengaja pindah-pindah supaya rata," ucap Fionna Lie.
Mahjong sendiri sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai permainan keluarga atau familiar lewat film Mandarin. Kini permainan itu mulai masuk ke ruang-ruang nongkrong dan berkembang menjadi aktivitas sosial, terutama di Semarang sebagai kota pelabuhan.