500 UMKM dan 2.000 Warga Lokal Terlibat di MotoGP Mandalika, BRI Perkuat Ekosistem Usaha Kecil
SEMARANG — Ajang MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menyedot perhatian pencinta balap, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi warga sekitar. Sebanyak 500 UMKM dipercaya berjualan di kawasan sirkuit, sementara lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal direkrut sebagai marshal dan volunteer.
Keterlibatan pelaku usaha kecil itu menjadi bagian dari penguatan ekosistem UMKM yang difasilitasi BRI selama rangkaian event berlangsung. Jumlahnya menegaskan bahwa dampak ekonomi ajang ini menyentuh lapisan usaha paling bawah, bukan hanya sektor akomodasi dan transportasi besar.
500 UMKM Berjualan di Area Sirkuit
Sebanyak 500 pelaku UMKM mengisi area dagang di sekitar sirkuit Mandalika selama penyelenggaraan MotoGP 2026. Mereka menjajakan aneka produk kuliner, suvenir, hingga kerajinan khas daerah kepada penonton yang datang dari berbagai wilayah.
Kehadiran ratusan lapak itu memberi ruang bagi usaha kecil untuk menjangkau pembeli dalam jumlah besar. Selama hari balapan, arus penonton yang padat menjadi berkah tersendiri bagi pedagang yang biasanya hanya mengandalkan pembeli harian.
2.000 Lebih Warga Jadi Marshal dan Volunteer
Selain sektor dagang, lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal dilibatkan sebagai marshal dan volunteer. Perekrutan itu memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitar sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam menangani acara berskala internasional.
Pelibatan tenaga kerja lokal disebut menjadi salah satu prioritas penyelenggara. Tujuannya agar manfaat ekonomi ajang balap tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar sirkuit.
BRI Perkuat Ekosistem UMKM di Rangkaian Event
BRI memperkuat ekosistem UMKM selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Dukungan itu menyasar pelaku usaha kecil yang terlibat langsung dalam rangkaian acara, mulai dari pedagang hingga penyedia jasa pendukung.
Langkah tersebut memperlihatkan peran perbankan dalam menjaga keberlanjutan usaha kecil di balik event besar. Dengan ekosistem yang tertata, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya ramai saat acara, tetapi juga mampu mempertahankan usahanya setelah rangkaian balapan berakhir.
Dampak Ekonomi Tembus Estimasi Rp5 Triliun
Dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika diperkirakan menembus Rp5 triliun. Angka itu melampaui estimasi awal, seiring besarnya perputaran uang dari sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan perdagangan selama event berlangsung.
Besarnya nilai tersebut menjadikan MotoGP Mandalika salah satu ajang yang paling berdampak bagi perekonomian daerah. Pemerintah dan pelaku usaha berharap gelaran serupa terus memberi manfaat berkelanjutan bagi UMKM dan tenaga kerja lokal.