Bencana Tiba-Tiba, Infrastruktur tak Bisa Menunggu

Penulis: Redaksi
Kamis, 17 September 2026 | 18:32:02 WIB

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam tidak boleh terhambat oleh prosedur birokrasi yang lambat.

Saat bencana melanda, pemulihan sarana dan prasarana publik harus bergerak instan karena keselamatan serta keberlanjutan hidup masyarakat menjadi taruhannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan tanggap darurat bencana bersama jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA).

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam merespons situasi krisis di berbagai daerah.

"Bencana itu datangnya tiba-tiba, dan saat itu terjadi, infrastruktur tak bisa menunggu. Kita tidak bisa membiarkan warga terisolasi hanya karena urusan administrasi yang berbelit-belit. Respons PU harus secepat situasi darurat itu sendiri," ujar Dody Hanggodo,Rabu (17/9/2026).

Dody menyebutkan, pemulihan akses jalan, jembatan, hingga sarana air bersih merupakan fondasi utama agar bantuan kemanusiaan bisa masuk dan proses evakuasi berjalan lancar.

Karena itu, penyiapan alat berat dan personel tanggap darurat di tiap zona rawan bencana wajib dalam kondisi siap tempur 24 jam.

Ia juga menginstruksikan seluruh Kepala Balai di daerah untuk mengambil keputusan cepat di lapangan tanpa perlu menunggu instruksi berjenjang yang memakan waktu.

Menurutnya, keberanian mengambil diskresi demi kepentingan publik saat situasi darurat adalah keharusan.

Meski menuntut penanganan yang serba cepat, Dody tetap mengingatkan jajarannya agar tidak mengabaikan faktor keselamatan dan kualitas konstruksi dasar.

Pemulihan sementara seperti pemasangan jembatan darurat atau tanggul sementara harus dirancang kuat agar mampu bertahan hingga perbaikan permanen dilakukan.

Selain tindakan pascabencana, Kementerian PU juga mulai memperketat audit keandalan infrastruktur di wilayah-wilayah rawan bencana sebagai langkah mitigasi.

Langkah ini diambil guna meminimalkan dampak kerusakan jika cuaca ekstrem atau bencana alam kembali terjadi.

Dody optimistis, dengan kesiapan personel dan respons yang cepat tanpa jeda, Kementerian PU dapat menjadi barisan terdepan dalam melindungi masyarakat serta memastikan konektivitas daerah segera pulih pascabencana.

Reporter: Redaksi